Dua warga asing pemeran video porno digulung Polres Bandung

Kriminal 18 Mar 2026 09:46 2 min read 9 views By Putri s

Share berita ini

Dua warga asing pemeran video porno digulung Polres Bandung
Dua warga asing pemeran video porno digulung Polres Bandung

Dua warga asing (WNA) pemeran video porno berjaket ojek online (ojol) di Bali ditangkap di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai saat hendak kabur ke Thailand, Jumat (13/3) sore. Keduanya adalah wanita asal Prancis inisial MMZL (23) dan pria asal Italia inisial NBS (24).

 

Rencana berangkat ke Thailand, kami tangkap di bandara. Ada indikasi melarikan diri," ujar Kabid Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Ngurah Rai, Gde Oki Rizky Aryadhika Heris, saat konferensi pers di Mapolres Badung, Selasa (17/3).

 

Penangkapan terhadap MMZL dan NBS berawal dari hasil profiling Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Badung terhadap video asusila yang diduga diproduksi di wilayah hukum mereka. Polisi berkoordinasi dengan Imigrasi untuk memasukkan kedua bule tersebut dalam daftar pantauan atau subject of interest.

 

Masuknya itu untuk (pelaku) M tanggal 21 Februari menggunakan visa on arrival (VoA) untuk wisata. Kemudian, pada 11 Maret berdasarkan informasi masyarakat ada berita viral sehingga langsung dimasukkan subjek pantauan," kata Gde Oki.

 

Selain menangkap pasangan pemeran tersebut, polisi juga mengamankan pria inisial ERB (26) di Desa Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Badung. Pria asal Prancis ini berperan sebagai manajer sekaligus orang yang mengunggah konten dewasa tersebut ke platform OnlyFans dan X.

 

Jadi si perempuan dengan pelaku yang ketiga (ERB) ada hubungan antara (sebagai) pekerja dan manajer. Perkenalan mereka diawali di satu tempat hiburan malam di Kuta Utara," jelas Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba.

 

Terungkap video tersebut direkam di sebuah vila Desa Pererenan, Kecamatan Mengwi, Badung, Minggu (8/3) sekitar pukul 14.40 Wita. NBS dalam perekaman video itu sengaja mengenakan rompi ojek online yang dibeli seharga Rp 300 ribu untuk menarik perhatian netizen.

 

Untuk menarik perhatian dan membuat viral, digunakan jaket ojol yang dibeli di toko dengan harga Rp 300 ribu ojek online. Polisi Kepolisian juga menyita sejumlah barang bukti berupa tiga iPhone, kamera hingga rompi ojek online tersebut," ujarnya.

Nusantara Terkini
Chat with us on WhatsApp